Kamis, 10 Maret 2011

DIKLAT PEMANFAATAN DAN PEMBUATAN MEDIA BELAJAR BERBASIS TIK TINGKAT MAANGKATAN II

Diklat ini diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Denpasar dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan pengetahuan, ketrampilan, kecakapan dan wawasan tugas para guru MAdi jajaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi BALI, NTB dan NTT.
Pendidikan dan Latihan ini dilaksanakan mulai tanggal 7 s/d 16 Maret 2011. Selama 10 hari kami akan ditempa dengan berbagai materi yang bermanfaat untuk pengembangan profesi kami ke depan. Selamat berjuang teman - teman.......jaga kondisi, semoga sehat selalu and tetap semangat!!!

silaturahmi

SILATURRAHMI 

Kata silaturrahmi berasal dari Bahasa Arab yang terdiri atas dua kata shillah berarti hubungan, pertautan, jalinan atau sambungan dan rahm berarti kasih sayang. Silaturrahmi berarti jalinan kasih sayang di antara manusia dalam suatu persahabatan. Sebagian orang ada yang menggunakan istilah silaturrahmi dengan silaturrahim, substansi maknanya sama saja.
Dalam Islam silaturrahmi harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk di dalammnya bertetangga, bersahabat, bergaul dalam kontek kehidupan yang lebih luas. Siaturrahmi telah digariskan oleh Rasulullah dalam sabdanya" Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya dia menjalin silaturrahmi dengan tetangganya". Maka dengan demikian silaturrahmi adalah salah satu sikap positif yang diajarkan Rasulullah Saw dalam kiprahnya sebagai makhluk sosial. Manusia tanpa menjalani hidupnya menyatu dengan orang lain maka tak akan berkembang secara signifikan, baik kebudayaan yang dimilikinya atau perkembangan psikologisnya. Bahkan orang yang alergi dengan silaturrahmi akan menyendiri dan cenderung egois, memiliki sifat ananiyah (keakuan).
Hendaknya setiap diri lebih luas mengembangkan potensi dirinya dalam bergaul dan mu'amalah setiap harinya. Berikut ini ada beberapa manfaat silaturrahmi bila dijalin terhadap tetangga, teman atau sahabat kita.
Beberapa hal yang bisa diambil manfaat dari silaturrahmi adalah:
  1. Silaturrahmi diridhoi Allah. Apapun yang kita lakukan dalam menuai kebaikan melalui silaturrahmi selalui diridhoi Allah, kalau Allah saja sudah meridhoi apa yang kita inginkan niscaya Allah mengabulkannya.
  2. Memanjangkan usia. Panjang usia diharapkan semua orang, ya jelaslah karena banyak silaturrahmi itu akan menuai doa dan memperbanyak saudara akan mendoakan kesehatan, kemakmuran dan kelapangan rizki kita. Tentunya yang diharapak melalui silaturrhmi ini Allah memberikan usia yang panjang dan berkualitas penuh ridho Allah. Hal ini harus diisi dengan pengabdian yang hakiki kepada-Nya.
  3. Melapangkan rizki. Dengan silaturrahmi timbul rasa kasihan, rasa kebersamaan, rasa kekeluargaan bahkan rasa persamaan ideologi dan filosofis hidup. sebagaimana sabda Rasulullah di atas.
  4. Disenangi malakiat dan dimarahi Syetan. Silaturrahmi ternyata amal yang rutin dilakukan oleh para Malaikat Allah. Malaikat selalu mendampingi ketika kita berbuat kebajikan, apalagi menebar kebaikan untuk orang lain.
  5. Membuat orang yang dikunjungi berbahagia. Hal ini amat sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, "Amal yang paling utama adalah membuat seseorang berbahagia." Itulah manfaat silaturrahmi membentuk sikap terpuji dan mengkondisikan orang lain bahagia.
  6. Disenangi oleh manusia. Sudah jelas dan pasti dengan silaturahmi orang yang dikunjungi pasti akan merasa senang dan orang lain yang tidak terlibat pun akan merasa senang melihat dan mengamati kita dalam bersilaturrahmi.
  7. Membuat senang orang yang telah wafat. Sebenarnya mereka itu tahu keadaan kita yang masih hidup, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka merasa bahagia jika keluarga yang ditinggalkannya tetap menjalin hubungan baik.
  8. Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama, meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan, mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.
  9. Menambah pahala setelah kematiannya, karena kebaikannya (dalam hal ini, suka bersilaturahmi) akan selalu dikenang sehingga membuat orang lain selalu mendoakannya.

Silaturahim biasanya diisi dengan berbagai perbincangan, baik yang hangat dibicarakan orang lain atau bernostalgia membicarakan hal-hal yang telah lama dibicarakan yang dialami oleh pelaku silaturahim atau mengenai orang lain misalnya teman, saudara, atau musuh sekalipun.
Tema silaturahim berbagai macam ada mengenai pekerjaan, perasaan, kebahagiaan dan lain-lain (tahadduts binni’amillah). Dalam tema pekerjaan inilah saling menginformasikan jurus-jurus ihtiar dalam menjemput rizqi. Maka terjadilah saling mengisi informasi yang sangat bermanfaat bagi pelaku silaturahmi tersebut, yang sudah barang tentu akan menjadi jalan keluar baginya.
Bersilaturrahmi itu termasuk amalan mulia yang berpahala besar. Ruang lingkupnya tidak hanya terbatas pada sesama manusia, tetapi juga pada dunia fauna dan flora serta mahluk jin.
Hanya dengan syaitan kita tidak boleh bersililaturrahmi. Bahkan terhadap orang-orang muslim yang sudah wafat pun, Rasulullah SAW tetap menyuruh kita untuk terus menjalin silaturrahmi, yaitu dengan menziarahi kuburannya, mendoakannya dan atau berbuat baik kepada teman-teman dekat mereka yang masih hidup. "Ziarah kubur adalah Sunnah Rasulullah SAW. Ziarah juga adalah cara kita untuk mendoakan orang-orang yang telah mendahului kita," demikian antara lain tulis K.H.Dr. Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya "Memaknai Kematian". Al Quran mencontohkan diantara doa untuk mereka : "Tuhanku ampunilah orang-orang yang telah mendahului kami dalam keimanan" (QS.Al Hasyr : 10)
Allah SWT berfirman : "Dan sesungguhnya pada kehidupan hewan itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu". (QS.An-Nahl (16) : 66). Dalam hal bersilaturrahmi misalnya kita bisa mencontoh semut dan lebah. Semut binatang kecil pemakan gula tapi tidak pernah sakit gula (diabetes). Resepnya, pertama karena semut senang bersilaturrahmi.
Tengoklah setiap berpapasan antara sesama semut sejenis mereka saling "bersalaman" yang terlihat dari kedua kepalanya saling ketemu. Kedua, bila seekor semut menemukan rezeki, mereka tidak mau makan sendiri tapi memberi tahu semut-semut lainnya. Setelah berkumpul, baru makanan itu mereka bawa kesatu tempat dan dinikmati bersama. Demikian juga lebah. "Lebah sangat disiplin dan mengenal pembagian kerja yang sangat baik. Sarangnya dibangun berbentuk segi enam, yang telah terbukti sangat ekonomis dan kuat dibandingkan bila segi empat atau lima".
Wallahu a'lam